Informasi
Sinkronisasi Kurikulum PKL Yogya Group
Penyetaraan Kurikulum Komp. Keahlian MPLB, AKL, PM dan DKV
Sinkronisasi Kurikulum MERDEKA dengan yogya group Sebagai Langkah Nyata Menyiapkan Lulusan Siap Kerja
Sinkronisasi kurikulum Merdeka dengan dunia industri dan dunia kerja adalah proses menyamakan standar kualitas pendidikan di antara sekolah dan industri. Hal ini bertujuan agar tercapai kesesuaian antara kompetensi dalam kurikulum SMK dengan kompetensi yang ada dalam dunia industri, serta untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan pengalaman yang sama dan memberikan akses yang sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses ini melibatkan koordinasi dengan pihak industri, penggunaan teknologi dan media lain, penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan lokal, mengundang alumni, dan pengembangan kurikulum bersama. Melalui sinkronisasi ini, diharapkan siswa dapat memenuhi kebutuhan industri baik dalam hal magang maupun penyerapan lulusan.
Pada tanggal 31 Maret 2026, SMK PGRI 3 Kota Bogor megadakan pertemuan tentang penyetara'an atau menyamakan standar kualitas pendidikan dengan dunia industri dan dunia kerja yaitu Tim HRD Yogya Group Bandung di wakili oleh Bpk.Dani Munandar, ST. dan Tim HRD Yogya Group Bogor diwakili oleh M. Wahyu Nugroho, SE beserta tim kurikulum SMK PGRI 3 Kota Bogor. Dalam kegiatan ini, penyetaraannya dengan jurusan yang ada di SMK PGRI 3 Kota Bogor antara lain Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Desain Komunikasi Visual, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, Bisnis dan Pemasaran.
Di era teknologi dan perubahan pasar kerja yang dinamis, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci penting dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing. Sinkronisasi kurikulum sekolah dengan kebutuhan mitra industri adalah solusi strategis untuk memastikan bahwa materi pembelajaran tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga aplikatif di dunia kerja.
Melalui kemitraan ini, sekolah dapat mengidentifikasi skill yang paling dibutuhkan di industri, seperti kemampuan teknis, soft skills, serta penguasaan teknologi terkini. Misalnya, sekolah kejuruan yang bekerja sama dengan perusahaan otomotif dapat menyelaraskan kurikulum dengan standar perawatan kendaraan terbaru, sementara sekolah TI dapat mengintegrasikan pemrograman berbasis AI sesuai permintaan pasar.
Dengan sinergi ini, pendidikan tidak lagi sekadar transfer ilmu, tetapi menjadi jembatan menuju karir siap pakai. Tantangan ke depan adalah memperluas jaringan kolaborasi dan terus mengevaluasi kurikulum agar tetap adaptif. Ketika sekolah dan industri bergandengan tangan, masa depan lulusan pun lebih terjamin!

- EKKS 2026
- PPL AKSI 2 MODEL PEMBELAJARAN ( PJBL )
- Cara Membuat Presentasi Dinamis
- Kota Bogor
- Soal UKK 2023










